Padukuhan Jombor Lor
Kapaneweon Mlati · Kalurahan Sinduadi · Kabupaten Sleman · Yogyakarta · Kode Pos 55281
Kawasan Jombor, yang dulunya masih berupa rawa dan tanah kosong penuh rerumputan, mendapatkan namanya dari sosok bernama Ki Jombor. Konon, nama tersebut diabadikan untuk mengenang momen ketika Raja Surakarta, Sinuwun Pakubuwono VII, singgah dan menginap di rumah keluarga Ki Jombor. Pada masa itu, Jombor sempat berdiri dengan status sebagai kalurahan tersendiri. Namun, berdasarkan Maklumat Pemerintah DIY Nomor 5 Tahun 1948, wilayah ini digabungkan bersama tiga kalurahan lainnya—yaitu Sendowo, Kutu, dan Gedongan—untuk membentuk Kalurahan Sinduadi yang diresmikan pada 16 Juli 1948. Memasuki era modern, kawasan ini (khususnya Jombor Lor) mengalami transformasi infrastruktur yang sangat signifikan. Wajah Jombor kian strategis dengan dimulainya pembebasan lahan untuk proyek Fly Over Jombor pada tahun 2010, serta berdirinya Terminal Jombor yang menjadi ikon sekaligus gerbang utama bus antarkota di utara Yogyakarta. Meskipun telah berkembang pesat sebagai pusat mobilitas modern, Jombor Lor tetap mempertahankan akar tradisinya. Wilayah ini terus aktif menjadi pusat pelestarian warisan budaya, yang didukung oleh kehadiran fasilitas seperti Joglo Jombor Lor sebagai ruang bagi warga dan institusi setempat untuk menyelenggarakan berbagai acara adat dan pelestarian kebudayaan Jawa.
Visi
"Dengan Semangat Bersama Mengawal Program Inovasi Kalurahan untuk Mempertahankan Kemandirian Kalurahan Sinduadi."
Misi
- Bekerja bersama perangkat dan berjuang membangun wilayah.
- Bersama masyarakat mempertahankan kemandirian demi kesejahteraan.
Struktur Organisasi Padukuhan
Data Kependudukan Per RT
Jumlah penduduk berdasarkan data sensus — Warga Asli vs PendatangRT 01
0 jiwaRT 02
0 jiwaRT 03
0 jiwaRT 04
54 jiwaRT 05
0 jiwaRT 06
0 jiwaRT 07
0 jiwaKomposisi